Kali ini saya akan share pengalaman hampir tertipu oleh orang yang mengaku dari PT.Telkom (mengatasnamakan Telkom), sebetulnya kejadiannya pertama kali terjadi beberapa bulan yang lalu, tapi baru-baru ini saya mendapat telepon dengan modus yang sama, berarti cara menipu seperti ini masih aktif di gunakan toh?
Pada dasarnya sang penipu akan menelpon ke nomor telepon rumah anda, pertama dia akan mengkonfirmasi bahwa nomor ini atas nama ini dari kota si ini.
Saya tidak tau darimana dia mendapatkan data-data di atas, mungkin buku telepon.Pada dasarnya sang penipu akan menelpon ke nomor telepon rumah anda, pertama dia akan mengkonfirmasi bahwa nomor ini atas nama ini dari kota si ini.
Penipu: Selamat pagi pak, betul ini dengan nomor sekian sekian (menyebut nomor telepon rumah anda), atas nama bapak A (menyebut nama anda), di kota Y (menyebut alamat anda)
Selanjutnya dia memperkenalkan diri, mengaku dari salah satu pimpinan/ pegawai Telkom dan kemudian mengajukan pertanyaan.
Penipu: Bapak sudah di hubungi/ menghubungi kantor pusat telkom pak?
Dengan pertanyaan seperti ini kita pasti akan bingung, kalau kita bertanya maka dia akan lanjut menjelaskan lagi.
Penipu: Tadi malam bapak menyaksikan acara pengundian kuis kami di stasiun televisi X pak?
Tentunya kita bakal jawab "nggak nonton" karena memang acara tersebut fiktif, tapi hal ini malah jadi senjata pamungkas dia. Dia akan mengatakan dalam acara kuis fiktif itu anda menang! Tentu rasanya akan bahagia setengah mati mendengar menang kuis, dan biasanya dia mengiming-imingi dengan hadiah mobil.
Sampai di sini, sebelum menutup telepon dia akan memberikan sebuah nomor Handphone untuk di hubungi, dia bilang atas nama Bapak "Anu", yang merupakan salah satu pimpinan di PT. Telkom.
Keraguan muncul karena si penipu bilang ada acara pengundian tadi malam di TV X, padahal setau saya tidak ada.
Saya coba lagi browsing di Google dengan nama Bapak Anu apakah betul benar-benar pimpinan di Telkom. Ternyata bukan! Malah yang saya temukan adalah orang yg bercerita tentang kasus penipuan seperti yg saya hampir dapatkan. (maaf saya lupa link-nya)
Akhirnya sebelum menghubungi Bapak Anu, Ayah saya menelpon ke call center/ customer service Telkom di kota kami untuk menanyakan apakah memang betul ada cara kuis undian. Ternyata TIDAK ADA!
Beruntung saya belum menghubungi Bapak Anu, karena mungkin kelanjutannya notabene akan sama seperti kasus penipuan biasanya..."transfer uang sekian agar hadiah bisa di kirim"
Satu yang paling penting menurut saya agar tidak tertipu oleh orang-orang seperti ini, segera hubungi call center atau nomor layanan pelanggan yang sudah di sediakan (terimakasih untuk call center telkom) juga cari informasi selengkapnya dari mana saja.


