Tampilkan postingan dengan label Sisi Lain Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sisi Lain Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Barito Putera Lolos Ke 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia

1 komentar
Salah satu tim yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, Barito Putera, lolos untuk maju ke babak delapan besar setelah menekuk Perseru tiga gol tanpa balas (13/6). Barito Putera menjadi juara Grup 2 Divisi Utama dengan poin 37.
Walaupun masih menyisakan satu pertandingan untuk dimainkan, namun perolehan poin tim berjuluk Laskar Antasari ini sudah tidak dapat terkejar lagi.


Hasil menawan memang di toreh tim asal Kalimantan Selatan ini dengan catatan tidak pernah kalah dalam laga kandang sejauh ini. Bahkan salah satu punggawanya, Sackie Teah Dou, menjadi top scorer sementara dengan 15 gol.

Barito Putera memang berambisi untuk kembali ke kasta sepakbola tertinggi Indonesia dan melampau kesuksesan di tahun 1994/1995, kala itu Barito Putera sukses ke semifinal Liga Indonesia I yang diantaranya sempat mengalahkan Pelita Jaya plus Roger Milla nya. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan.

Selasa, 17 April 2012

Ketika Makam Pahlawan Nasional "mencium" Tempat Sampah

6 komentar
Lukisan Pangeran Antasari 
Pangeran Antasari adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berjuang melawan penjajah Belanda di pulau Kalimantan. Wajah pahlawan Nasioal yang wafat pada umur kurang lebih 75 tahun ini dapat anda temukan di uang kertas nominal Rp 2000.


Sebagai bentuk penghormatan kepada seorang pahlawan yang dikenal pemimpin perang yang pantang menyerah terhadap bujuk rayu penjajah Belanda, dibangunlah sebuah Taman Makam Perang Banjar yang juga di kenal dengan Komplek Makam Pangeran Antasari.


Sayangnya beberapa tahun yang lalu di dekat tempat peristirahatan terakhir sang Pahlawan dibangun salah satu tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang menjadi wadah warga membuang sampah.


Ironis memang, sang Pahlawan yang seharusnya di hormati malah harus berbagi tempat dengan sebuah TPS. Kondisi ini di perparah dengan apatisnya semua kalangan terhadap kondisi ini, tak jarang sampah sampai meluber kejalan dan hampir tidak ada jarak antara TPS dan Makam.


Sungguh tidak layak makam yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir malah beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.
Ternyata di makamkan di tanah kelahiran sendiri bahkan untuk seorang Pahlawan Nasional tidak menjadi jaminan pengorbanan dan perjuangannya akan dihargai oleh warganya.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya... 
Jadi, Kita ini bangsa yang bagaimana?"

Semua foto di atas diambil pada tanggal 17 April 2012 di Komplek Taman Makam Pangeran Antasari, Jalan Mesjid Jami, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, kalimantan Selatan.

Minggu, 25 Desember 2011

Trik yang Saya lakukan Jika Menjadi Anggota DPD RI

3 komentar
Apa jadinya kalau seandainya saya menjadi salah satu anggota DPD RI?

Jika seandainya saya menjadi salah anggota DPD RI maka saya harus mengingat kutipan di bawah ini.
 "Tanpa rakyat saya bukanlah siapa-siapa, tanpa rakyat siapa yang saya wakili sebagai anggota DPD RI?"
Karena rakyat dan daerah yang saya wakili menjadi prioritas utama sebagai anggota DPD RI, maka sekarang saya akan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat dan daerah saya tentunya.
Tetapi seandainya saya menjadi Anggota DPD RI, di samping memperjuangkan kesejahteraan saya juga ingin membuka realita yang ada di balik "kesejahteraan" itu.
Sekarang mari saya tengok daerah asal saya yang saya wakili sebagai anggota DPD RI seandainya saya menjadi anggota DPD RI, sebuah Provinsi di Pulau Kalimantan yang konon kaya akan kandungan sumber daya alamnya, Provinsi Kalimantan Selatan. Prestasi daerah ini bisa di bilang cemerlang, di dorong oleh sektor pertambangan yang menjadi pendorong utama, juga di tambah sektor pertanian dan perkebunan yang ada.
Ya, pertumbuhan ekonomi kalsel terus naik. Pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan III 2011 diperkirakan mencapai 6,55 persen lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sekitar 6,15 persen.
Pada tahun 2010 saja Kalsel memiliki Pendapatan Asli Daerah  (PAD) sebesar Rp1.319.159.210.382,28 atau 57,05% lebih tinggi dibandingkan tahun 2009. 
Tidak heran, pada tahun tersebut PAD Kalsel berada pada peringkat 11 yang bahkan artinya satu peringkat di atas pulau primadona wisata, Bali. 
Bedanya kalau Bali menonjolkan keindahan alamnya untuk mendongkrang ekonominya maka Kalsel mengeruk alamnya untuk mendongkrang pundi-pundi ekonominya. 
Ironis, bisa anda bayangkan kalau pemerintah dan pejabat seperti saya jika menjadi anggota DPD RI nantinya hanya akan mengatakan "Pertumbuhan ekonomi kita naik" tapi tidak mengabarkan "Alam kita rusak!!"
Apa jadinya daerah yang harusnya saya perjuangkan ini dalam 20 tahun kedepan? Lubang besar yang akan di genangi banjir? 

Ironis? Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI, saya lebih senang menyebutnya tragis ketika mengetahui royalti tambang dari Pemerintah Pusat untuk wilayah Kalsel cuma sekitar lima persen atau sebesar Rp 356,6 milyar dari hasil tambang batubara. Padahal, produksi batubara di Kalsel takpernah mengalami penurunan. Ini yang harus saya perjuangkan jika saya menjadi anggota DPD RI, pembagian dana perimbangan pusat dan daerah yang relatif kurang adil menurut saya atau sebagian besar rakyat Kalsel. Bahkan untuk rehabilitasi lahan yang rusak akibat pertambangan pun dana royalti tersebut di rasa jauh dari seimbang.
Gunung kami di keruk, hutan kami di tebang, tapi pembangunan kami tertinggal? 


Ya, seandainya saya menjadi anggota DPD RI maka saya  harus menyadarkan semua golongan, dari rakyat hingga pejabat. Apalah artinya ekonomi yang kuat kalau alam kami rusak. Ini tugas yang harus saya emban seandainya saya menjadi anggota DPD RI, memperjuangak daerah yang saya wakili.

Sudah jelas apa yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi anggota DPD RI? Semoga tulisan ini bisa menginspirasi "seandainya saya menjadi anggota DPD RI"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...